“Kehidupan sederhana merupakan bagian dari kebahagiaan” (HR. Ahmad)
Meski ada jutaan dahan kayu di hutan, seekor pipit cukup memakai sebatang ranting untuk menggayutkan sarangnya. Keselamatan telur-telurnya lebih berarti dibanding seberapa banyak ranting yang bisa dikuasai. Seekor zebra hanya meneguk air kubangan secukupnya meski panas terik membakar. Inilah alam mengajarkan kesederhanaan. Bersikap sesuai dengan keperluan dan kemampuan, [...]
Arsip untuk Oktober, 2007
Arti Kesederhanaan
Diposkan dalam Oase pada 29 Oktober 2007 | 6 Komentar »
Manusia Digital
Diposkan dalam Hikmah pada 22 Oktober 2007 | Leave a Comment »
Upaya untuk tampil terdepan disegenap momen dalam menjalani hidup harus senantiasa ada, karena itu bertanda kehidupan dan dinamika manusia. Hidup akan hudup dengan berjuang dan terus berjuang mengimbangi tuntunan peradaban yang terus berkembang. Statisme dan staknasi adalah kondisi buruk yang sering menjelma menjadi hantu parsit dalam menghambat perkembangan peradaban manusia. Bagaimana untuk tampil lebih maju? [...]
Dia Adalah Jantung Kita
Diposkan dalam Hikmah pada 22 Oktober 2007 | Leave a Comment »
Jadilah sepertinya, senantiasa bergerak positif sejuta arti.
Jadilah sepertinya, penuh makna memberi tanpa mengharap kembali.
Jadilah sepertinya, tokoh utama tanpa harap ucapan terima kasi.
Jadilah sepertinya, kehadirannya merupakan harapan dan danbaan berarti.
Jadilah sepertinya, menyadari kerja sama tim penuh nilai tinggi.
Jadilah sepertinya, titik finis dari peselesaian hidup ini.
Jadilah sepertinya… sebagaimana dia juga ingin menjadi seperti anda.
Jika ada lima panca [...]
Apakah Hidup Sekedar Berandai Ini dan Itu?
Diposkan dalam Hikmah pada 22 Oktober 2007 | Leave a Comment »
Ada serita usang yang mungkin sering kita dengar tentang seorang kakek yang memancing di tepi sungai, setelah beberapa waktu kemudian datang seorang pemuda duduk disampingnya dan berkata, “Kakek, apa yang paling kakek sesalkan selama hidup kakek?” Seketika itu kakek meneteskan air mata dan berkata, “Aku menyesal ketika masa anak-anak aku sering berkata ‘Seandainya nanti saat [...]
Ketika Jiwa Pergi Meninggalkan Kita
Diposkan dalam Renungan pada 22 Oktober 2007 | Leave a Comment »
Gajah mati, meninggalkan gading, Harimau kumbang mati meninggalkan kulit belang, dan bangkai ikan laut pun mati, masih bisa untuk dikonsumsi kita. Hingga akhirnya tibalah giliran kita, menanyakan diri sendiri, kalau anda mati apa yang anda tinggalkan? Apa yang masih tersisa untuk orang lain manfaatkan? Berapa jurasi waktu mereka yang hidup akan mengingat kita?
Pernahkah [...]