Seorang ayah mengajak anaknya jalan-jalan ke gunung. Karena asyik menikmati pemandangan, anaknya tersandung batu dan jatuh, da kakinya luka.“Aduuuuuhh!” serunya.Tiba-tiba ia mendengar kembali seruannya dari suatu tempat di gunung, “Aduuuuuhh!”. Karena merasa aneh dan ingin tahu, si anak lalu berseru lantang,“Siapa kamu?”.
Kembali ia mendengar suara yang mengulang pertanyaannya, “Siapa kamu?”. Si anak jengkel karena suara [...]
Arsip untuk ‘Hikmah’ Kategori
Gema
Diposkan dalam Hikmah pada 7 Januari 2008 | 1 Komentar »
Manusia Digital
Diposkan dalam Hikmah pada 22 Oktober 2007 | Leave a Comment »
Upaya untuk tampil terdepan disegenap momen dalam menjalani hidup harus senantiasa ada, karena itu bertanda kehidupan dan dinamika manusia. Hidup akan hudup dengan berjuang dan terus berjuang mengimbangi tuntunan peradaban yang terus berkembang. Statisme dan staknasi adalah kondisi buruk yang sering menjelma menjadi hantu parsit dalam menghambat perkembangan peradaban manusia. Bagaimana untuk tampil lebih maju? [...]
Dia Adalah Jantung Kita
Diposkan dalam Hikmah pada 22 Oktober 2007 | Leave a Comment »
Jadilah sepertinya, senantiasa bergerak positif sejuta arti.
Jadilah sepertinya, penuh makna memberi tanpa mengharap kembali.
Jadilah sepertinya, tokoh utama tanpa harap ucapan terima kasi.
Jadilah sepertinya, kehadirannya merupakan harapan dan danbaan berarti.
Jadilah sepertinya, menyadari kerja sama tim penuh nilai tinggi.
Jadilah sepertinya, titik finis dari peselesaian hidup ini.
Jadilah sepertinya… sebagaimana dia juga ingin menjadi seperti anda.
Jika ada lima panca [...]
Apakah Hidup Sekedar Berandai Ini dan Itu?
Diposkan dalam Hikmah pada 22 Oktober 2007 | Leave a Comment »
Ada serita usang yang mungkin sering kita dengar tentang seorang kakek yang memancing di tepi sungai, setelah beberapa waktu kemudian datang seorang pemuda duduk disampingnya dan berkata, “Kakek, apa yang paling kakek sesalkan selama hidup kakek?” Seketika itu kakek meneteskan air mata dan berkata, “Aku menyesal ketika masa anak-anak aku sering berkata ‘Seandainya nanti saat [...]
50 Tahun Salah Paham
Diposkan dalam Hikmah pada 18 Oktober 2007 | Leave a Comment »
“Bila perbedaan tetap disimpan sebagai ganjalan di hati, tidak pernah dibicarakan secara tulus dan terbuka, semakin menumpuk dan tidak tertahankan lagi, akhirnya akan meledak dan menimbulkan luka yang lebih menyakitkan”.
Dikisahkan, disebuah gedung pertemuan yang amat megah seorang pengamat senior istana sedang menyelenggarakan pesta ulan tahun perkawinannya yang ke-50. Peringatan perkawinan emas itu ramai didatangi oleh [...]