Seorang Maharaja akan berkeliling negeri untuk melihat
keadaan rakyatnya. Ia memutuskan untuk berjalan kaki saja.
Baru beberapa meter berjalan di luar istana kakinya terluka karena terantuk batu. Ia berpikir, “Ternyata jalan-jalan di negeriku ini jelek sekali. Aku harus memperbaikinya.”
Maharaja lalu memanggil seluruh menteri istana. Ia memerintahkan untuk melapisi seluruh jalan-jalan di negerinya dengan kulit sapi yang terbaik. [...]
Arsip untuk ‘Makna’ Kategori
Sandal kulit sang raja
Diposkan dalam Makna pada 16 Januari 2008 | 4 Komentar »
Konsep Jurnalisme Islami
Diposkan dalam Makna pada 2 Oktober 2007 | 1 Komentar »
“Serulah manusia pada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik….” [QS. 16:125]
“Bahasa memuat substansi, juga suasana hati, nuansa, dan kontan historis” [Emha Ainun Najib]
a. Pendahuluan
“Jurnalisme Islami” gagasan yang wah! barang kali, begitu membaca langsung nyantol di kepala bagaimana Islam berbicara kepenulisan. Tapi sayang, hal ini belum banyak dibahas, padahal salah satu kesan dari 5 [...]
Arti Kemenangan
Diposkan dalam Makna pada 11 September 2007 | Leave a Comment »
”Orang yang kuat itu bukanlah yang dapat mengalahkan orang lain, tetapi yang dapat mengalahkan dirinya sendiri”
[HR. Ibnu Hibban]
Tak ada jalan enak yang ditempuh oleh pejuang. Setiap jalan yang diambil penuh onak dan duri, Rasulullah mengingatkan surga itu dikelilingi oleh sesuatu yang memang tidak menyenangkan, begitu sabda Nabi. Lihat perjalanan Rasulullah, orang yang sangat disayang [...]
Air Mata
Diposkan dalam Makna pada 10 September 2007 | Leave a Comment »
Ada tiga jenis air mata di dunia. Pertama, air mata buaya, air mata yang mengandung kepura-puraan, air mata yang ingin menipu orang-orang yang memandangnya agar simpati kepadanya. Ini air mata kualitas rendahan dan dicela oleh Islam. Kedua, air mata kualitas biasa, yakni air mata karena tertimpa musibah atau kesulitan. Ini air mata kebanyakan orang, refleksi [...]
Memaafkan
Diposkan dalam Makna pada 3 September 2007 | Leave a Comment »
Ketika itu Rasulullah saw. sedang duduk. Tiba-tiba beliau tersenyum, hingga tampak jelas gigi beliau yang putih bersih. Dengan penasaran seorang shahabat bertanya apa gerangan yang telah membuat beliau tersenyum. Rasulullah menjelaskan; “Dua orang laki-laki dari umatku datang menghadap Allah. Lelaki pertama berkata, “ya Allah, ambilkan hakku darinya!” maka Allah memerintahkan agar orang kedua bersedia membayar [...]